Coming Soon Giveaway 5-12 May 2017

Review The Last 2% by Kim Rang


My rating : 4 bintang (skala 5)



Judul : The Last 2%
Penulis : Kim Rang
Penerjemah : Sitta Hapsari
Penyunting : Esther Tanuadji
Proofreader : Dini Novita Sari
Ilustrator Isi : @teguhra
Penerbit : Haru
Terbitan : Januari 2014
Jumlah halaman : 424 halaman
ISBN : : 978-602-7742-24-6

Sinopsis :



Eun Jeongha, si ratu pemenang undian memang selalu beruntung. Kali ini ia mendapatkan hadiah menginap di Arizona, hotel bintang lima yang sangat terkenal. Sayangnya, keberuntungan sepertinya tidak menyertai wanita ini dalam hal percintaan. Jeongha, melihat sendiri pacarnya, Minsu, bermesraan dengan seorang wanita berpakaian merah layaknya cabai.

Menurutmu apa yang akan dilakukan seorang wanita ketika bersama seorang pria di dalam kamar hotel. Bukankah pria akan mengganas ketika di kamar hotel? (halaman 46)

Saking kesalnya, saat Minsu meneleponnya, Jeongha malah berpura-pura sedang menikmati malam yang menyenangkan di Hotel Arizona bersama pria lain. Saat Jeongha sedang mengeluarkan suara-suaranya yang dipenuhi kenikmatan palsu, Hyeon Seongwoo, pria yang tinggal persis di sebelah kamar Jeongha memergokinya.
Alih-alih menertawainya, pria itu justru membantunya memberikan pelajaran bagi Minsu. Mencurigakan! Apakah pria itu benar-benar tulus?

Jeongha juga harus menahan emosinya ketika ia bertemu lagi dengan penulis terkenal, Oh Inyoung, mantan sahabat yang mencuri ide naskahnya. Ironis. Inyoung menjadi panitia kompetisi naskah Walden Pictures yang sedang diikuti Jeongha. Inyoung yang licik ingin menggagalkan impian Jeongha untuk menjadi penulis terkenal. Ia juga bertekad untuk merebut hati Seongwoo yang tertarik dengan Jeongha.


Review :

Novel The Last 2% salah satu novel favoritku. Menggabungkan romance, drama, dan sedikit komedi. Kisahnya romantis. Walaupun bergenre dewasa, tidak vulgar. =)



Kisseu…kisseu…kisseu
Pengarang pandai menciptakan scene romantis di sana-sini. Banyak adegan yang bikin melting kayak cokelat ketemu api. :P

Gaya bahasanya mengalir. Novelnya cukup tebal, tapi tidak membosankan.

Sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang (Point of View) ketiga. Sehingga pembaca bisa mengetahui detil-detil yang belum diketahui tokoh-tokohnya satu per satu.


Too  good to be true!
Novel ini benar-benar ala princess yang ditolong seorang pangeran dari terkaman naga jahat. (heeeuw…dalam kenyataan hidup, sang princess harus menyerang naganya sendiri.  Caa…caa… :P)
Seongwoo tipe cowok sempurna. Apakah benar ada cowok seperti itu? O.O
Tampan, baik hati, kaya, dan ramah… (ew…tau enggak tipe pria yang paling nyebelin ialah bawel, jutek, dan pelit…O.o)
Coba kalau ada, kita jadikan undian ramai-ramai… J atau kita berdoa bareng…semoga banyak cloning Seongwoo. =)
Tapi untuk meningkatkan kadar keoptimisan cinta dan kegombalan, wajib baca novel ini supaya hubungan kamu makin berbunga dengan si dia. =)


Inyoung merupakan gambaran cewek ambisius yang melupakan etika dan persahabatan. Lebih logis jika pada awalnya seorang cowok lebih mempercayai cewek jahat karena cewek jahat itu lebih pandai bermuka-muka dan sangat manis. Tahu menyenangkan hati cowok. Sebenarnya karakter Jeongha-lah yang tidak akan membuat seorang cowok merasa nyaman (bukan Inyoung). Jeongha begitu fixed dan terarah dalam hidup. Kurang fleksibel. Ia memang merupakan gambaran cewek baik walaupun tidak terlepas dari rasa iri yang manusiawi melihat kesuksesan sahabatnya. Tapi ia mengubah rasa iri itu menjadi pemacu dirinya untuk berusaha lebih keras. Dan barulah penyesalan memilih cewek jahat datang terlambat. ^.^

Makna yang mendalam dalam novel ini ialah optimisme dan cara menyikapi hidup :
-Walau cepat atau pun lambat, kesuksesan akan diraih asal pantang menyerah.
Kesempatan tidak akan datang pada orang yang selalu terburu-buru. 
(Ayah Jeongha, halaman 6)
Mengapa ya, setiap kali merasa gagal dan mencoba mencari tahu potensiku, aku malah menemukan semakin banyak harapan? 
(Jeongha, halaman 10)
Aku pasti bisa. kalau aku tidak menyerah, aku pasti bisa mendapatkan apa yang kumau. Tidak mungkin perjalananku mulus. Pasti akan ada hal-hal tidak menyenangkan. berharap saja tanpa berusaha tidak akan ada gunanya. (Jeongha, halaman 10)
Aku tidak akan menyerah. Walau mungkin sesekali aku merasa putus asa, aku tidak akan menyerah
(Jeongha, halaman 203)

-Tidak perlu iri dengan kesuksesan orang lain karena setiap orang memiliki takaran masing-masing.
Tidak ada gunanya merasa iri. Lebih baik aku memikirkan cara untuk memanfaatkan kesempatan baik dari Tuhan ini. 
(Jeongha, halaman 10)

Ada orang-orang yang mendapatkan kesuksesannya dengan cepat, ada juga yang terlambat. Kau tidak perlu memimikirkan kenapa teman-temanmu lebih cepat berhasil dibandingkan dirimu. Semua ada waktunya. Kau tinggal menunggu saja kapan waktu itu akan datang untukmu. 
(Ayah Jeongha, halaman 201)
Masing-masing manusia berusaha menjalani hidup mereka dengan baik, dengan cara mereka sendiri-sendiri. Kalau ada temanmu yang berhasil tentu saja kau harus memberikan ucapan selamat untuk mereka, karena di saat itu, tanpa kau sadari kau pun membawa keyakinan kalau suatu saat nanti akan ada waktu yang tepat untuk keberhasilanmu sendiri. Manusia tidak hanya hidup satu atau dua tahun. 
(Ayah Jeongha, halaman 202)

Quotes yang menarik :
Perdebatan antara kepala dan hati. (halaman 172)
Walaupun cinta tapi kalau tidak stabil secara ekonomi, buat apa? (halaman 197)
Kau tidak perlu alasan ketika menyukai seseorang. Begitu pun cinta. Terjadi begitu saja. (Jeongha, halaman 242)
Tidak ada orang yang terlahir bermasalah dan dia tidak boleh menilai seseorang begitu saja jika belum pernah bertemu langsung. (halaman 262)
Cinta baru terasa nyata ketika kita bisa mencintai waktu-waktu kita bersama dengan orang yang dicintai. (halaman 301)
Bagaimana mungkin kau mencintai seseorang tanpa kepercayaan? (Kangho, halaman 355)
Apa kau tahu 2% terakhir untuk mencapai cinta yang sempurna? hari ini, besok dan selamanya … menyambut pagi bersama dengan orang yang kita cintai. (halaman 386-387)
Yang paling penting adalah menjadi orang yang baik. Selain itu, mentalitas juga penting. (halaman 394) 

Sedikit kekurangan novel ini ialah twist agak mudah ditebak. Tapi menyenangkan untuk membaca novel ini. Ala drama Korea. =)

Komentar

Popular Posting