Current Giveaway 5-12 May 2017

Review Vampire Flower by Shin Ji Eun

My rating : 4 bintang (skala 5)



Judul novel : Vampire Flower
Seri : Vampire Flower #1
Penulis : Shin Ji Eun
Penerjemah : Putu Pramania
Penyunting : KP Januarsi
Proofreader : Dini Novita Sari
Ilustrator isi : @teguhra
Penerbit : Haru
Terbitan : Agustus 2015 (cetakan pertama)
Jumlah halaman : 518 halaman
ISBN : 978-602-7742-46-8
Harga : Rp 69.500,00


Sinopsis :
“Warna kelopak bunga itu lebih merah dibanding darah, wanginya begitu kuat sehingga mampu memikat vampir mana pun. Jika seseorang memiliki bunga itu, maka ia akan menduduki posisi paling tinggi di antara vampir-vampir yang lain.”

Suatu malam Kang Seo Yeong melihat teman sekolahnya dibunuh oleh seorang vampir tepat di depan matanya. Untungnya, ia selamat berkat bantuan vampir lainnya bernama Louvrei yang berwujud remaja laki-laki.
Seo Yeong sangat terpesona akan wajah Louvrei yang sangat imut. Apalagi ketika ia mendengar janji Louvrei.

“Aku akan selalu menjagamu. Jadi, jangan percaya pada siapa pun, kecuali aku.”

Tapi, ia harus mematuhi satu syarat. Ia harus membantu Louvrei yang sebenarnya berusia 537 tahun untuk mencari ‘Bunga Vampir’. Sementara itu serangan para vampir semakin gencar terhadap manusia karena mereka mengganggap manusialah si pencuri. Mereka harus menemukannya secepat mungkin sebelum kekacauan yang lebih besar terjadi …  

Review :

Annyeong  ^.^

Kisah yang berjudul provokatif ‘Vampire Flower’ ini menarik karena menggabungkan berbagai unsur. Fantasi. Sedikit misteri. Cinta. Petualangan. Persahabatan. Trauma.  Dilema. Dendam. Persaingan. Pengkhianatan. Bahkan perang antar berbagai pihak ...


Pengarang mengemukakan misteri ‘Vampire Flower’ dengan baik sejak awal cerita. Walaupun agak mudah ditebak teka-tekinya pada pertengahan cerita, tapi dialog-dialog dalam novel ini tidak membuat bosan. Alur ceritanya mengalir dengan lancar. Twist cerita cukup menarik. ^.^


Novel fantasi mengenai vampir ini agak mengingatkanku dengan ’Twilight’ karena berkisah mengenai kisah cinta antara vampir dengan seorang gadis remaja di masa modern. Tapi dengan pengembangan karakter dan latar belakang masalah yang jauh berbeda. Ibaratnya ini versi vampir Korea yang imut dan polos ^.^


“Urungkan perasaanmu itu. Dia tidak akan bisa menjadi milikmu.” (halaman 263-264)

Kisahnya cinta terlarang dengan romantisme ala remaja. Bahkan terdapat  juga sedikit cuplikan cinta obsesif dengan twist yang cukup mencengangkan dan mengharukan. :P


Bagi penggemar kisah vampir, wajib baca versi vampir Korea ini. Terasa sekali perbedaannya dengan versi-versi lainnya.
Misalnya, versi klasik ‘Dracula’ karangan Bram Stoker :P
Atau pun versi vampir modern ‘Twilight’ karangan Stephanie Meyer. Edward Cullen yang berkarakter tenang, dingin, logis, dan misterius. Jauh berbeda dengan Louvrei yang walaupun dingin, tapi sangat lugu, kurang logis, emosional, dan meledak-ledak :P Persamaan mereka hanya dua hal, yaitu 1. Jatuh hati dengan seorang manusia 2. Bisa membaca pikiran. ^.^ Bella Swan yang tenang, dewasa, serius, dan mandiri jauh berbeda dengan Seo Yeong yang imut, polos, tergantung, agak cengeng,  agak agresif, tapi berkarakter kuat dan optimis. =)

Ini kisah vampir  jenis baru yang fresh dan menekankan psikologi (perasaan) vampir! Pengarang tidak terjebak plot-plot vampir yang ada sebelumnya. Ia menggambarkan dunia vampir yang berbeda dengan istilah-istilah dan aturan-aturan yang berbeda. Misalnya Louvrei mempunyai werewolf, padahal biasanya werewolf merupakan musuh vampir (bukankah werewolf = manusia serigala, tapi werewolf dalam novel ini merupakan serigala).


“Kalau bukan karena takut, lantas mengapa gadis ini menghindari tatapan mataku dengan wajah memerah seperti itu dan terus menunduk? (halaman 149)

Biasanya vampir-vampir versi Barat digambarkan sebagai homme fatale yang sangat tampan dan perayu wanita. Sedangkan Louvrei sangat lugu dan tidak peka sama sekali! Ia tidak mengerti perasaan manusia, apalagi perasaan gadis, padahal ia sudah hidup selama 537 tahun … Sedikit tidak logis sih … Bagaimana cara Louvrei berbaur di dunia manusia, menjebak, dan mengisap darah manusia jika ia tidak memahami sifat-sifat dasar manusia??? Tapi, mungkin saja karena Louvrei merupakan vampir kelas satu yang sangat kuat, ia menghipnotis manusia. Pokoknya hal ini tidak menjadi masalah besar untukku karena aku sangat menikmati kisah vampir versi baru ini. Pada bab-bab awal Louvrei terlihat kaku dan dingin. Tapi pertengahan cerita sampai akhir, aku terpesona dengan Louvrei yang sangat emosional dan manusiawi (atau vampiriawi ya? :P). Aku bisa merasakan kesedihannya yang sangat mendalam bagaimana rasanya menjadi seorang monster yang cakep… ^.^ Ibaratnya vampir itu seperti bunga bangkai. Tercipta dengan raut rupawan untuk menarik mangsa, padahal menyimpan kegelapan yang menakutkan.

Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan dunia vampir dalam novel ini yang membuat kisah vampir ini unik.^.^

“Mengapa semuanya pergi meninggalkanku …” (halaman 454)

Pengarang  menggambarkan persamaan antara Louvrei dan Kang Seo Yeong yang kesepian dan yatim-piatu, walaupun mereka masing-masing memiliki teman-teman. Terasa sekali nuansa kemurungan dan kesedihannya.


Karakter-karakter tokohnya sangat Vampiriawi (pembela Vampir) :P

Kang Seo Yeong, gadis cantik yang berkarakter setia, hangat, pemberani, imut, polos, tergantung, cengeng, penuh perhatian, dan agak agresif . Tipe malu-malu kucing. ^.^

Louvrei (Loui), vampir kelas satu yang berkarakter kaku, dingin, pendendam, galak, penuh tanggung jawab, jujur, tapi sangat lugu dan emosional.

Yoo Baek Han, penjaga Louvrei yang tampan. Ia merupakan Half  (setengah vampir) yang sekaligus berprofesi sebagai dokter dan berkarakter setia, simpatik, humoris, ceria, tapi agak cengeng dan kadang-kadang melankolis.

Akhan, penjaga Louvrei dari suku bayangan yang selalu memakai topeng. Ia berkarakter setia, tenang, dan serius. (Akan sangat menarik jika karakter Akhan dibuat seperti bunglon/sulit ditebak karena bayangan menggambarkan kefleksibelan untuk mengikuti segala bentuk.)

Ken, penjaga Louvrei yang merupakan werewolf yang berkarakter setia, manja, lincah, dan menggemaskan.

Tuan Jack, vampir tua yang jenius, bijaksana, baik hati, dan ceplas-ceplos.

Tuan Achel, vampir tua kelas dua yang pemberang, ambisius, dan picik.

Lecca, vampir berambut merah yang berkarakter nakal, pemberani, liar, semau gue, flamboyan, ceria, hangat, usil, humoris, dan cerdas.

Kang Dong Hyeok, paman Seo Yeong yang berkarakter serius, penuh tanggung jawab, dan misterius.

Ye Ryong, yunior Seo Yeong yang berkarakter ceria, optimis, dan keras kepala.


“Benteng tersebut terletak di dalam hutan para makhluk halus yang menempati dimensi lain di bumi. Tempat itu merupakan perisitirahatan para vampir sekaligus rumah bagi seluruh vampir yang ada di dunia ini.” (halaman 31)

Cerita ini akan lebih menarik jika pengarang menggambarkan tokoh dan latar dengan lebih mendetail. Misalnya nama vampir-vampirnya yang memakai nama Barat berarti mereka vampir Barat? Louvrei yang berambut hitam kelam, namanya seperti nama Perancis, dan berkarakter emosional, apakah vampir Perancis? 



Lecca yang berambut merah dan berkarakter pemberani, usil, dan ceria, serta sangat menyukai minuman keras, apakah vampir Irlandia? 



Tuan Jack yang menjunjung tata krama, menyukai buku dan teh Darjeeling, apakah vampir Inggris?



Mungkin akan lebih unik jika benteng (rumah Vampir) yang berusia ribuan tahun digambarkan dengan lebih deskriptif nuansa antiknya agar lebih mencengangkan, penuh fantasi, dan terasa perbedaannya antara dunia antik makhluk abadi dan dunia modern manusia. 

Sedangkan furnitur kamar-kamarnya dapat berkesan modern dan sesuai dengan kepribadian vampir yang menempatinya. Tapi, bisa saja sih, pengarang bermaksud menekankan dunia vampir di novel ini jenis vampir gaul yang up to date dengan peradaban manusia.:P



Quotes yang menarik :










Web novel ini sudah dibikin seri dramanya yang terdiri atas 6 episode. =)



Pengarang menciptakan akhir cerita yang menggantung dan bikin penasaran karena novel ini akan berlanjut ke judul kedua.=)


Komentar

Popular Posting