Coming Soon Giveaway 5-12 May 2017

Review Cinderella Teeth by Sakaki Tsukasa

My rating : 4 bintang (skala 5)


Judul : Cinderella Teeth
Penulis : Sakaki Tsukasa
Penerjemah : Nurul Maulidia
Penyunting : Nyi Blo
Proofreader : Dini Novita Sari
Illustrator isi : @teguhra
Design cover : Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit : Haru
Terbitan : Oktober 2015
Jumlah halaman : 272 halaman
ISBN : 978-602-7742-63-5

Sinopsis :

“Sungguh, aku benci dokter gigi!”
Saki ditipu oleh ibunya sendiri hingga ia terpaksa bekerja paruh di sebuah klinik dokter gigi. Padahal ia fobia dokter gigi. Di luar dugaan Saki mengalami musim panas yang berarti. Pasien-pasien klinik tersebut bersikap misterius. Dan tugas Saki mengorek rahasia-rahasia unik mereka … Bahkan Saki jatuh cinta pada seorang pemuda di klinik tersebut. Akankah musim panas ini akan berakhir bahagia dengan problem-problem Saki yang kompleks? Fobia, pasien-pasien, dan cinta …

Review :

“Sumimasen ga, minnasan. Kononoberu wa totemo omoshiroi desu yo! Douzo yomimashou!” ^.^


Judul novel ini menarik perhatian, ‘Cinderella Teeth’ yang berarti ‘Gigi-gigi Cinderella.’ Dongeng Cinderella yang harus pulang tepat jam 12 malam sebelum ia kembali berubah wujud dari seorang putri menjadi upik abu. ‘Cinderella Teeth’ memiliki kemiripan dengan kisah tersebut. Seorang wanita yang memiliki rahasia ala Cinderella dan berlari pulang meninggalkan pacarnya …



Kisah cintanya manis dan romantis ala remaja. Keluarga yang selalu mendukung. Persahabatan yang hangat. Hubungan antar rekan kerja yang akrab. Fobia dokter gigi. Kegalauan pasien. Semuanya tergambarkan dengan baik.



Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga perasaan Saki lebih mudah dipahami. Alur agak lambat di awal kisah. Terlalu mendetail sehingga berkesan agak monoton. Mungkin pengarang ingin menekankan kepribadian Saki yang agak lamban. Sedangkan di pertengahan hingga akhir kecepatan alur sedang (pas). Kepribadian Saki pun berubah lebih cekatan. Gaya bahasanya agak kaku yang memang khas novel Jepang. Tapi twist cerita sangat menarik. Selalu ada kejutan-kejutan sejak awal hingga akhir cerita. Entah kejutan dengan pasien-pasien yang menyembunyikan rahasia. Entah kisah cinta yang dibumbui kecemburuan akan pihak ketiga.  Entah konflik cinta backstreet. Bahkan Long Distance Relationship.



Penokohannya menarik :

Sakaki (Saki-chan) berkarakter lamban, tak suka bertengkar, penurut, sopan, halus, dan ramah.

Kakio Hiromi (Hiro-chan), sahabat Saki yang berkarakter penuh percaya diri.



Shinagawa Yuki, Kepala Shinagawa Dental Clinic yang berkarakter pandai, idealis, dan ceplas-ceplos. Berinsting bisnis yang tajam.



Kano Tadashi, seorang dokter gigi sekaligus paman Saki yang berkarakter hangat, ramah, dan baik hati.



Naruse Yoshihito, seorang dokter gigi tampan yang pandai bicara, modis, centil, ramah, santai, tapi sangat cekatan.



Minowa Utako, seorang perawat cantik dan seksi yang berkarakter tegas, pemberani, tapi sering usil.




Nakano Kyoko, seorang perawat cantik yang berkarakter baik hati.



Kasuga Yuri, seorang perawat baby face yang berkarakter ramah. Tipe kawaii (manis/imut).

Kasai Mizue, seorang  petugas administrasi sekaligus atasan langsung Saki yang berkarakter tenang dan dingin.



Yotsuya Kengo, seorang tekniker gigi yang berkarakter cerdik, kaku, dingin, tidak ramah, perfeksionis, dan sangat teliti.


Novel ‘Cinderella Teeth’ termasuk J-Lit yang merupakan novel Jepang yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Haru. Budaya Jepang sangat kental terasa seperti :
*Ofuro (cara mandi orang Jepang dengan air hangat, biasanya lebih dari 40oC.


*Cara memanggil dalam budaya Jepang.
Akhiran –san pada nama panggilan ditujukan untuk orang yang lebih tua atau dihormati.
Akhiran –chan pada nama panggilan lebih ditujukan untuk anak-anak, anak perempuan, ataupun orang yang kekanak-kanakkan.
Akhiran –kun pada nama panggilan untuk orang yang lebih muda atau bawahan.

*Makanan Jepang
Nama-fu

Daifuku

Ayu (ini jenis kudapan Jepang yang paling ingin kucoba… T.T)



Unajuu

Kimosui

Chicken rice

Buta kakuni

Soumen

Tobiko

Uzaku

Myouga

Hamo

Gunkan

Shari

Shiso

Kushiage

Shishitou

Mentai potato

Oyakodon

Katsu-don

Soboro-don

Junsai

Chirimen (yang ini persis ikan teri nasi O.O)



Kinshi tamago

*Minuman Jepang

Sake

Ocha (teh hijau)


*Membawa bento atau bekal.
Shokado bento

*Enka (lagu tradisional Jepang)


*Budaya Jepang yang teratur, rapi, dan efisien terlihat dalam suasana reservasi dan perawatan di klinik gigi.



*Kesopanan ala Jepang
Saki-chan merupakan tipikal khas gadis Jepang yang sopan. Walaupun marah, ia tidak akan mengumpat. Tapi menjaga jarak. (Semakin marah orang Jepang, biasanya bicaranya malah semakin sopan dan formil.)
Dalam bahasa Jepang juga dibedakan cara berbicara antara formil dan non formil.


Makna dalam kisah ini bahwa
*Pengobatan akan lebih berhasil ketika tenaga medis memahami perasaan pasien-pasiennya. Pengobatan secara fisik dan psikis.
*Senyum dan empati mengalahkan suasana bad mood pasien yang sedang sakit. Syarat mutlak seorang resepsionis yang baik ialah murah senyum, sangat ramah, dan penuh empati.




Kutipan kalimat yang menarik :



















Kisah ini unik karena mengangkat tentang fobia dokter gigi. Tema yang jarang diangkat dalam sebuah novel. Padahal banyak orang yang mengalami fobia dokter gigi dari anak-anak hingga orang dewasa. Pengarang cukup rinci menjelaskan istilah-istilah kedokteran gigi.
Seperti sendok cetak gigi.



Kerot (bruxism).

Gigi palsu.

Inlay.

Crown.

Bahkan mencantumkan informasi yang berguna bagi kesehatan gigi maupun tubuh.
“Gaya hidup dan pola makan sangat mudah mempengaruhi gigi.” (dokter Shinagawa, halaman 64-65)
“Makan makanan yang tidak mewah, dengan senang, dan mengunyah dengan baik. Dia menyadari kalau itu adalah jalan menuju kesehatan. (Yotsuya, halaman 241)
“Dasar dari Fletcherisme adalah jangan menunggu untuk makan sampai perut benar-benar lapar. Lalu, mengunyah  makanan kesukaan dengan perasaan senang dan meluangkan waktu untuk merasakannya. Kalau dikunyah dengan baik, rasa kenyang pun bertambah. Sekarang itu juga jadi pengetahuan umum untuk diet.” (Yotsuya, halaman 242)
“Kalau mengunyah dengan baik, secara alami air liur akan keluar. Lalu, air liur akan mengurangi nitrogen aktif dan memiliki efek mencegah penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup dan juga kanker. Lalu, katanya juga mencegah penuaan.” (Yotsuya, halaman 242)
“Bagi tubuh, segala sesuatu yang dilakukan tubuh secara alami bekerja seperti obat. Contohnya, berjalan atau berpikir.” (Yotsuya, halaman 243)

Penggemar novel romance dan yang punya fobia dokter gigi wajib baca novel ini. ^.^

PS : Terima kasih banyak untuk Penerbit Haru yang mengirimkan novel menarik ini. ^.^

Komentar

  1. ehm..gambar-gambarnya menarik...tapi reviewnya dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reviewnya di bagian atas ^^ trims udah berkunjung

      Hapus

Poskan Komentar

Popular Posting